Perbandingan Baku Mutu dan Indeks Pencemaran Udara Negara Afrika dan Indonesia


Tabel 1. Baku Mutu Udara Ambien Afrika Selatan

(Sumber : National Environmental Management : Air Quality Act, 2004. Act No. 39 of 2004, South Africa)


Tabel 2. Index Pencemaran Udara Afrika Selatan
(Sumber : Department : Environmental Affairs Republic of South Africa)


Tabel 3. Baku Mutu Udara Ambien di Nigeria
(Sumber : FME, 1991)

Tabel 4. Index Pencemaran Udara di Nigeria
(Sumber : US EPA, 2010)
  

Tabel 5. Baku Mutu Udara Ambien Nasional
(Sumber : Lampiran PP Republik Indonesia Nomor 41 tahun 1999)
Catatan :
Nomor 10 s/d 13 Hanya berlakukan untuk daerah/kawasan Industri Kimia Dasar
Contoh : Industri Petro Kimia; Industri Pembuatan Asam Sulfat


Tabel 6. Indeks Pencemaran Udara di Indonesia 

(Sumber : Lampiran Keputusan Kepala Bapedal
Kep 107/KABAPEDAL/11/1997)


Perbedaan
1.         Parameter
       Terdapat beberapa perbedaan pada baku mutu di negara Indonesia, Afrika Selatan dan Nigeria. Salah satu perbedaan terletak pada parameter yang dimuat pada baku mutu tersebut. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh banyak faktor seperti perbedaan jumlah penduduk, ekonomi negara, kegiatan industri dan lain sebagainya. Berdasarkan tabel 1, baku mutu udara ambien negara Afrika Selatan terdiri dari 7 parameter, sedangkan berdasarkan tabel 3, baku mutu udara ambien negara Nigeria terdiri dari 6 parameter dan berdasarkan tabel 5, baku mutu udara ambien negara Indonesia terdiri dari 13 parameter.
       Apabila ditinjau dari parameter yang terdapat pada baku mutu udara ambien, maka Indonesia memiliki parameter yang lebih banyak dibandingkan negara Afrika Selatan dan Nigeria. Di Indonesia terdapat parameter Dustfall, Total Fluorides (as F), Khlorine, Khlorine Dioksida, Sulphat indeks, Fluor Indeks yang tidak dimasukkan ke dalam baku mutu udara ambien di 2 negara lainnya. Untuk Flour, Khlorine, dan Sulfat diukur di Indonesia karena Industri di Indonesia lebih banyak daripada di Afrika Selatan dan Nigeria karena luas wilayahnya yang jauh lebih luas. Industri di Indonesia banyak yang masih menggunakan pelarut Khlorine. Pelarut Khlorine apabila menguap akan sangat berbahaya.

2.        Waktu Pengukuran
Berdasarkan tabel 1, 3, dan 5 dapat diperhatikan bahwa pada masing-masing negara terdapat beberapa perbedaan waktu pengukuran untuk suatu parameter udara. Sebagai contohnya adalah untuk parameter SO2 di negara Indonesia waktu pengukurannya adalah 1 jam, 24 jam, dan 1 tahun, sedangkan di negara Afrika Selatan dalam waktu pengukurannya selain seperti pada negara Indonesia terdapat waktu pengukuran 10 menit. Perbedaan ini tergantung pada metode pengukuran yang digunakan. Waktu pengukuran untuk suatu parameter yang biasa digunakan adalah 1 jam, 24 jam, 24 jam bahkan 1 tahun.

Persamaan
          Kesamaan parameter yang dimuat pada baku mutu ketiga negara yaitu Indonesia, Nigeria dan Afrika Selatan adalah SO2, NOx, CO, Partikulat dan Hidrokarbon. Parameter-parameter tersebut terdiri dari zat yang akan selalu ada dalam kegiatan sehari-hari manusia, misalnya dari hasil pembakaran bahan bakar kendaraan maupun industri. Zat tersebut juga memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika terdapat dalam jumlah tertentu di udara, sehingga perlu diatur dalam baku mutu. 


Daftar Pustaka

Baku Mutu Udara Ambien Nasional, Lampiran PP No. 41 Tahun 1999 diakses tanggal 06 Februari  2018
      Lampiran Keputusan Kepala Bapedal Nomor 107 tahun 1997 diakses tanggal 06 Februari 2018
Abam, F. I, dkk. 2009. Vehicular Emissions and Air Quality Standards in Nigeria. Nigeria : Euro  Journals Publishing.
Federal Republic of Nigeria. 2008. Environmental and Social Management Framwork. Nigeria : Earthguards Limited
Department of Environmental Affairs. 2009. National Ambient Air Quality Standards. South Africa : Department of Environmental Affairs
Department Environmental Affairs Republic of South Africa. 2012. Proposed Air Quality Index for South Africa. Rustenberg : Orion Safari Lodge
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Biografi Penulis

BIOGRAFI PENULIS

Parameter dan Karakteristik Pencemar Udara